ANDAI
Bila saja saat ini aku tak lagi hafal
remeh temeh tentangmu
Mungkin di dada malam angin tak berhembus tanpa tuan,
karena nyatanya ia masih saja mencari bau tubuhmu
yang sudah menyatu dengan keringat rinduku,
memikirkanmu..
jika bintang menemui peraduannya..
aku takkan ragu untuk menjemput,
hari dimana aku dan kamu bisa menjadi satu,
menjadi kita..
tanpa pamrih, akan ku ikhlaskan rinduku padamu,
merindukanmu...
Ah, itu hanya pengandaian
yang sia-sia...
Karena kenyataannya,
nafasku masih saja mencari laju angin yang kau diami..
Angin dari polusi kota mati,
dan bau prasangka yang selalu
tak kau yakini..
Sebuah prasangka,
Cintaku selalu mengabdi,
padahal itu takkan ku biarkan terjadi..
Kini...
Biar, biar kusampaikan
"andai" ini
pada kebaikan nafas pecundang sejati
seperti peri yang tak punya harga diri
karena mimpiku telah mati,
diracuni kerinduan yang tak berarti
Dan kau adalah
satu-satunya orang
yang harus ku hakimi
Bila saja saat ini aku tak lagi hafal
remeh temeh tentangmu
Mungkin di dada malam angin tak berhembus tanpa tuan,
karena nyatanya ia masih saja mencari bau tubuhmu
yang sudah menyatu dengan keringat rinduku,
memikirkanmu..
jika bintang menemui peraduannya..
aku takkan ragu untuk menjemput,
hari dimana aku dan kamu bisa menjadi satu,
menjadi kita..
tanpa pamrih, akan ku ikhlaskan rinduku padamu,
merindukanmu...
Ah, itu hanya pengandaian
yang sia-sia...
Karena kenyataannya,
nafasku masih saja mencari laju angin yang kau diami..
Angin dari polusi kota mati,
dan bau prasangka yang selalu
tak kau yakini..
Sebuah prasangka,
Cintaku selalu mengabdi,
padahal itu takkan ku biarkan terjadi..
Kini...
Biar, biar kusampaikan
"andai" ini
pada kebaikan nafas pecundang sejati
seperti peri yang tak punya harga diri
karena mimpiku telah mati,
diracuni kerinduan yang tak berarti
Dan kau adalah
satu-satunya orang
yang harus ku hakimi
Kopo, 22 Februari 2014
Karya: Citra. A
Aku yang Semu
Hari
ini langit mendung
Tak
kuat membendung
Hujan
pun turun
Ku
menunggumu
Dengan
lugu dan dungu
Aku
tak dianggap
Kamu
asik dengan duniamu
Tak
peduli dengan sekitarmu
Bahkan
aku bagai hal semu
Sampai
kapan ku jaga
Kamu
yang tak mau ku jaga
Ragamu
ada
Namun
jiwamu tak ada
Tak
ada untukku
Karya:Retno Yuliannasari
Hujan
Hujan datang lagi
Temaniku lagi
Dalam senang dan sedih
Hujan lagi
Yaa dia lagi
Hanya dia yang menemani
Tanpa mesti dinanti
Dan diminta hati
Karya:Retno Yuliannasari
Aku yang Tak Dianggap
Kenapa selalu mereka??
Wajah mereka, para wanita itu
yang kau tunjukkan
Kenapa aku tidak?
Tak ada artinyakah??
Bukan ku ingin pamer
Hanya ku merasa tak dianggap
Mereka bisa, kenapa aku tidak?
Ada apa denganku?
Keberadaanku tak dianggap
Tak tahukah kamu?
Atau pura-pura tidak tahu?
Atau kamu memang sengaja?
Menghapus untuk melepas?
Jika iya, mengapa tak
menghilang saja
Mengabaikanku yang selalu ada
untukmu
Bahkan di saat orang lain tak
peduli
Karya:Retno Yuliannasari
FTV
Kadang ingin hidup seperti mereka
konflik hanya muncul ditengah cerita yang singkat
dan diakhir cerita pasti happy ending
padahal hidup tak seindah cerita FTV,
konflik selalu berlama-lama singgah
dan akhirnya pun belum pasti 'happy ending'
bukan tak menerima
hanya kadang iri
hidup tak seindah cerita mereka
tapi ini sebuah rencana
rencana besar-Nya
Karya:Bintang Akbar